Jakarta, 29 Juli 2025 – Di tengah tantangan ekonomi saat ini, kreativitas warga Jakarta Selatan ini membuktikan bahwa peluang usaha bisa datang dari hal paling sederhana: limbah cangkang telur.
Seorang warga bernama Waluyo (50), yang berasal dari Gunung Kidul dan kini tinggal di Jakarta, memulai usaha tanpa modal sepeser pun. Awalnya hanya tertarik menyelamatkan cangkang telur bekas bakso telur rumahan miliknya dari dibuang begitu saja. Tak disangka, ide itu berbuah rupiah—omzet stabil sekitar Rp 3,6 juta per bulan sejak 2024
Kisah ini mulai viral di media sosial Threads ketika akun @quartz.22 membagikan pengakuan, “Dapet 3,6jt sbulan cuma karna iseng ngumpulin kulit telor… eh ternyata bisa cuan juga.” Unggahan tersebut telah disukai ribuan kali dan dibagikan ke banyak orang dalam waktu singkat
💡 Langkah Awal Barsing Kreatif
Waluyo mengaku belajar dari internet—memanfaatkan teknik SEO untuk mengetahui bahwa cangkang telur kaya kalsium dan dibutuhkan untuk pupuk, media tanam, hingga bahan kerajinan. Ia pun membersihkan, menumbuk hingga halus, lalu mengemasnya dalam plastik dan menjual via Shopee serta berbagai marketplace.
⏳ Sabar dan Konsisten: Kunci Keberhasilan
Meski penjualan sempat tak berjalan lancar—tanpa pelanggan hingga empat atau lima bulan awal—Waluyo tak menyerah. Ia terus mengunggah produknya hingga akhirnya ada yang tertarik membeli .
Ketika permintaan meningkat, ia membentuk jaringan pengumpul limbah cangkang telur dari ibu-ibu tetangga dan penjual kue sekitar. Kini, volume stok terpenuhi dengan rantai pasokan lokal yang makin efisien.
🌱 Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan
Produk cangkang telur hasil usaha Waluyo kini diminati karena multifungsi: sebagai pupuk organik, media tanam, campuran pakan, dan bahan kerajinan seperti kaligrafi atau dekorasi. Permintaan dari kalangan hobiis tanaman hingga seniman kerajinan terus berkembang.
🚀 Transformasi Limbah Menjadi Inspirasi
Awalnya sekadar iseng, kini usaha ini telah memberikan penghasilan rutin yang membantu keluarga Waluyo. Menjadi bukti nyata dari pepatah: “dari limbah bisa jadi rejeki.” Semangat kreativitas dan pantang menyerahnya menginspirasi banyak orang untuk melihat peluang dari hal sekecil apapun