Jakarta, 4 Agustus 2025 – Komitmen bersama dalam mendukung pertanian berkelanjutan kembali ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Himpunan Desa Mandiri Indonesia (HDMI) dan Gerakan Pengembangan Wirausaha Pagi Nusantara (Gerbang Wirausaha) dalam pembentukan Konsorsium Kemitraan Pemupukan Organik untuk Petani.
Konsorsium ini hadir sebagai respons nyata atas kebutuhan petani akan akses pupuk organik berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya awal. Melalui model kemitraan berbasis bagi hasil dari panen, para petani dapat memulai musim tanam dengan lebih ringan dan berdaya.
Dalam konsorsium ini, Gerbang Wirausaha memegang peran strategis sebagai mitra yang bertanggung jawab untuk mensosialisasikan program dan menjaring mitra petani di berbagai wilayah Indonesia. Sementara itu, HDMI akan berfokus pada operasional teknis di lapangan, termasuk distribusi pupuk, pendampingan, serta pemantauan hasil panen untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal.
“Kami percaya, kolaborasi ini dapat menjadi solusi nyata terhadap tantangan klasik yang dihadapi petani, khususnya terkait keterbatasan akses modal dan bahan input pertanian,” ujar perwakilan Gerbang Wirausaha. Hal senada disampaikan pengurus HDMI, yang menekankan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan menguntungkan semua pihak.
Konsorsium ini membuka peluang luas bagi desa-desa binaan HDMI dan jaringan kewirausahaan Gerbang Wirausaha untuk menjadi bagian dari transformasi pertanian berbasis kemitraan dan teknologi ramah lingkungan.
Dengan kerja sama ini, pertanian tak hanya menjadi sektor andalan, tetapi juga ladang kolaborasi menuju kemandirian pangan dan ekonomi desa.